Mengenal Imam Mahdi as

Kajian tentang Imam Mahdi as dipengaruhi oleh

perhatian yang diberikan kepada al-Quran dan Nabi

Muhammad saw. Ali bin Abi Thalib sekalipun dalam

kondisi yang sulit di mana masyarakat Islam yang baru dan

belum stabil masih tetap memberikan perhatian yang cukup

tentang masalah Imam Mahdi _semoga Allah mempercepat

kemunculannya. Beliau berkata, „Ketahuilah bahwa pada

suatu hari _dan hari itu akan datang sekalipun kalian

tidak mengetahuinya kapan- di mana seorang pemimpin

akan muncul dan bukan dari keluarga pemimpin yang ada

sekarang. Ia akan menghukumi para pejabat pemerintahan

sesuai dengan perbuatan buruk mereka. Bumi akan

mengeluarkan barang tambangnya demi sang pemimpin.

Ia akan menunjukkan bagaimana cara menjalankan roda

pemerintahan dengan adil kepada kalian. Al-Quran

dan sunah Nabi saw yang sampai sebelum munculnya

dipinggirkan dan tidak dipergunakan sebagaimana

mestinya akan dihidupkan kembali olehnya.

Ucapan Ali bin Abi Thalib tentang Imam Mahdi

as. Adalah cara pandang yang detil dan pasti serta

memberikan penerangan yang jelas mengenai tandatanda

kemunculannya. Kemunculannya akan terlihat pada

revolusi global yang kemudian memberikan kesempatan

kembali kepada Islam memainkan peranannya di Dunia

Islam dan bahkan untuk manusia dan kemanusiaan. Ali

tentang pemimpin revolusi global ini berkata, „Oleh Imam

Mahdi, segala keinginan yang ada akan diikutkan sesuai

dengan petunjuk wahyu setelah sebelumnya masyarakat

menjadikan hidayah dan petunjuk senantiasa mengikuti

hawa-nafsunya. Masyarakat dengan segala macam teori

yang ada dipaksakan kepada al-Quran dan al-Quran

hanya dipakai sebagai bahan justifikasi pendapat mereka

sementara Imam Mahdi berusaha agar semua teori dan

pandangan yang ada malah mengikuti al-Quran dan bukan

sebaliknya.

Sebuah yayasan yang bernama Muassasah Nahjul-

Balaghah telah berhasil mengumpulkan hadis-hadis yang

diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib tentang Imam Mahdi

_semoga Allah mempercepat kemunculannya. Hadis-hadis

tersebut telah terkumpul dalam satu volume dan hadis yang

terkumpul sebanyak 291 hadis. Empat belas hadis berbicara

tentang nama, sifat-sifat dan nama panggilan dari Imam

Mahdi. Tujuh puluh tujuh hadis menjelaskan tentang

keturunan Imam Mahdi bahwa ia berasal dari keturunan

Quraisy, Bani Hasyim, Ahlulbait dan dari keturunan Ali

bin Abi Thalib sendiri. Ia adalah keturunan dari Fathimah

Zahra as juga keturunan dari Imam Husain as dan salah satu

dari imam dua belas. Empat puluh lima hadis berhubungan

dengan Imam Mahdi as dalam al-Quran, Nahjul-Balaghah

dan syair yang diucapkan oleh Ali bin Abi Thalib. Dua puluh

tiga hadis berbicara tentang para penolong Imam Mahdi as

dan riwayat-riwayat yang menyinggung tentang pemimpin.

Dua belas hadis bercerita tentang masalah keluarga Sufyani

dan Dajjal. Dua puluh enam hadis menjelaskan tentang

kegaiban Imam Mahdi as dan ujian serta cobaan orangorang

Syiah semasa kegaiban Imam Mahdi dan keutamaan

melakukan penantian kemunculan Imam Mahdi as. Tujuh

puluh lima hadis menceritakan tentang fitnah sebelum

kemunculan Imam Mahdi as, tanda-tanda kemunculannya,

apa yang akan diperbuat dan akan terjadi setelah

kemunculan Imam Mahdi as, dan masalah hewan-hewan

berkaki empat di bumi serta YaÂjuj dan MaÂjuj. Sembilan

belas hadis berkaitan dengan keutamaan Mesjid Kufah

dan akan keluarnya seorang dari Ahlulbait dengan orangorang

dari Timur yang membawa pedang di pundaknya

selama delapan bulan sehingga orang-orang berkata, ÂDemi

Allah! Orang ini dari keturunan Fathimah. Kemudian ia

menjelaskan pemerintahan di muka bumi dengan munculnya

Imam Mahdi as, bagaimana ia memerintah dan terakhir

bagaimana agama ditutup dengannya.

Ali bin Abi Thalib berkata, „Wahai Kumail! Ilmu

yang ada ini akulah pembukanya sementara rahasia yang

ada diakhiri oleh al-Mahdi. Wahai Kumail! Kalian perlu

memerhatikan masa lalu kalian dan kami yang akan menang

dibanding kalian.

Agama dibuka dan ditutup dengan kami. Karena

kamilah orang-orang yang selamat dari kesesatan yang

ditimbulkan oleh fitnah sebagaimana mereka telah

diselamatkan dari kesesatan syirik. Allah Swt mendekatkan

hati kaum Muslim berkat kami setelah permusuhan yang

ditimbulkan oleh fitnah sebagaimana hati dan agama mereka

telah didekatkan setelah permusuhan yang berlandaskan

kesyirikan. Seandainya pemimpin kami, Imam Mahdi, telah

muncul niscaya langit akan mengucurkan hujan dan bumi

akan menumbuhkan tanaman. Permusuhan akan hilang dari

hati manusia. Binatang-binatang liar akan menjadi jinak

sehingga seorang wanita yang berjalan dari Irak hingga

ke Syam dengan aman. Ia hanya meletakkan kakinya di

atas tumbuh-tumbuhan dan perhiasan yang berada di atas

kepalanya tetap akan ada karena binatang-binaang buas

tidak mengganggu dan tidak menakuti-nakutinya.